Rabobank presentasikan studi mengenai kakao: Siap dukung sektor pangan dan agribisnis

MAKASSAR, 26 JANUARI 2016 - Rabobank Indonesia mempresentasikan studi mengenai kakao dan produk olahannya dalam acara Rabobank Customer Forum yang diselenggarakan pada tanggal 26 Januari 2016. Di Makassar. Studi dengan judul “Pasar Kakao dan Produk Olahannya di Indonesia” ini dipresentasikan kepada nasabah serta pelaku-pelaku bisnis dalam rantai pasok kakao di Makassar dan Sulawesi.

Hans Loth, Director Strategy and Business Change Rabobank Indonesia mengatakan bahwa secara global Rabobank yang berkantor pusat di Belanda dikenal sebagai salah satu bank yang memimpin dalam sektor pangan dan agribisnis karena pengetahuan yang dimilikinya. “Rabobank secara global adalah bank yang memimpin dalam pembiayaan sektor pangan dan agribisnis karena keahlian serta pengalaman yang telah terhimpun selama 118 tahun dalam bidang ini”, katanya. “Dalam Rabobank Customer Forum kali ini kami ingin berbagi pengetahuan mengenai pasar kakao serta produk olahannya yang dapat membantu nasabah dan para pemangku kepentingan dalam komoditas ini untuk mengambil keputusan-keputusan yang berkaitan dalam bisnis maupun kebijakan”, lanjutnya.

Indonesia adalah negara penghasil kakao ketiga terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana dan memproduksi 8% dari kakao dunia. Sulawesi adalah penghasil kakao terbesar di Indonesia dengan kontribusi 66% dari produk nasional yang disusul oleh Sumatra yang memberikan kontribusi 22%.

FAR (Food & Agribusiness Research and Advisory) Analyst Rabobank Indonesia Haris Fajar Rahmanto mengatakan bahwa konsumsi dunia untuk produk-produk olahan kakao terus meningkat. “Dalam lima tahun terakhir konsumsi permen coklat dunia meningkat dari 6,77 juta ton pada tahun 2010 menjadi 7,29 juta ton pada tahun 2015. Hal ini banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang terjadi di kawasan Asia Pasifik termasuk China, India dan Indonesia”, katanya. “Dengan meningkatnya pendapatan per kapita, terjadi perubahan pola konsumsi dalam hal kuantitas maupun variasi makanan yang dikonsumsi termasuk produk olahan kakao”, lanjutnya. Di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan permintaan akan permen coklat lokal serta hadirnya permen coklat lokal premium.

Hans Loth juga menyampaikan visi global Rabobank yaitu Banking for Food. Melalui Banking for Food, Rabobank ingin menjalankan peranan aktif dalam menghadapi tantangan dunia dan Indonesia untuk dapat menyediakan cukup pangan secara berkelanjutan bagi penduduk dunia yang terus bertambah dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. “Pada tahun 2050 jumlah penduduk Indonesia yang saat ini berjumlah 238 juta jiwa diproyeksikan akan bertambah menjadi 330 juta. Melalui visi Banking for Food, Rabobank Indonesia memberikan kontribusi dalam ketahanan pangan dengan memberikan akses dana, akses pengetahuan pangan dan agribisnis, serta akses kepada jaringan Rabobank di 41 negara”, katanya.

Rabobank Indonesia dapat melayani seluruh rantai pasok pangan dan agribisnis karena memiliki Wholesale Banking (perbankan korporasi) yang melayani perusahaan besar, Business Banking yang melayani perusahaan kecil dan menengah, serta Rabobank Foundation yang memberikan akses finansial kepada petani dan peternak anggota koperasi.

Adalah aspirasi Rabobank Indonesia untuk menjadi bank pangan dan agribisnis terdepan di Indonesia. Ini mendapatkan dukungan penuh dari Rabobank Group, perusahaan induknya di Belanda, yang telah menyuntikkan modal USD35 juta pada bulan Mei 2015 dan USD26 juta lagi pada bulan Desember 2015.

Head Office

Telephone
+62 21 3002 1888

Office Address
Noble House, 31-32 Floor
Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav. E 4.2 No.2
Jakarta 12950 - Indonesia

Business hours: Monday - Friday, 08:00 am - 5:00 pm